29.10.10

Quote of The Day

"Kesetiaan itu adalah bintang di langit kebesaran jiwa" - Anis Matta

28.10.10

28102010



Hari ini ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda, hari dimana selayaknya setiap pemuda merasa diingatkan apa yang sudah dia berikan untuk sekelilingnya, untuk keluarganya, bahkan untuk Indonesia. Bagaimana bisa menjadi seorang pemuda-pemudi dengan produktivitas tinggi guna membuat Indonesia lebih baik. Memang terlihat sangat redaksional dan boring ya tulisan di atas. Tetapi memang kata-kata di atas perlu kita renungi bahkan untuk saya sendiri.

Melihat apa yang terjadi di Indonesia saat ini, alih-alih kemakmuran, bencana datang silih berganti. Salah siapa? Gak… Jangan pernah ngomong eh.. tulis itu salah siapa… ya kalo ditanya begitu, saya jawab salah kita semua :D

Meletusnya merapi…
Gempa Mentawai…
Banjir Jakarta…

Apa ga cukup membuat Indonesia menangis? Wew… kenapa jari-jari ini nulis seperti ini ya?! Hmmm… sebenernya inti mau posting sih cuman mau ngajak bareng-bareng untuk bermuhasabah, memperbaiki dari diri sendiri, renungi kembali kekhilafan apa yang udah mendzolimi orang lain bahkan mendzolimi alam ini. Semoga Allah segera meredam bencana ini dan menjadikan Indonesia tenteram dan damai. Amiin.

19.10.10

Apakah itu Berkah?


Minggu ke minggu, akhirnya hitungannya sekarang tinggal hari ke hari *berusaha lebay* dan akhirnya saya memutuskan untuk menyebarkan berita gembira ini kepada teman-teman terbaik. Setelah menanyakan kabar dan keseharian mereka selama ini. Baru saya menyadari, teman-teman terbaik saya yang menemani saya dalam suka duka pada masa-masanya tersendiri, semuanya sedang hamil besar!

Subhanallah! Seneng mendengar kabar tersebut, tapi juga berarti bahwa mereka juga menunggu hari kelahiran anak mereka yang berarti mereka tidak akan datang ke acara besarku.

Hmm... sedikit kecewa karena itu berarti kita ga akan kumpul untuk silaturahim sekaligus temu kangen. Tapi gapapa, saya anggap ini berkah buat saya. Mudah-mudahan bisa menjadi berkah tersendiri, saya bisa kecipratan untuk cepet punya keturunan seperti layaknya mereka, amiin.

Baru tadi siang saya membaca suatu artikel: Wanita yang diberkati Allah adalah wanita yang cepat menikah, cepat mengandung dan paling ringan maharnya. Mudah-mudahan saya termasuk kebagian berkah Allah, amiin.

18.10.10

Ummu Sulaim

Sudah lama pengen posting, tapi tertunda melulu karena ini dan itu. Dalam benak ingin sekali posting salah satu shahabiyah Rasulullah saw. Mereka bukan hanya sekedar sahabat, tetapi “sepak terjang” mereka yang membuat saya hmm… apa ya… berdecak kagum sih ga segitunya, tapi sangat mengagumi di dalam hati
MyEm0.Com

Salah satu shahabiyah Rasulullah yang saya ingat adalah Ummu Sulaim, sebenernya nama aslinya Syahlah binti Mulhan bin Khalid bin Zaid bin Haram. Suatu ketika beliau didekati oleh Abu Thalhah, yang bermaksud meminang Ummu Sulaim. Abu Thalhah adalah seorang saudagar kaya raya, banyak wanita Anshar yang sangat memujanya karena kekayaannya. (dari dulu cewe matre udah ada brarti ya… :P)

Ketika Abu Thalhah datang meminang, Ummu Sulaim berkata, “Demi Allah tak ada satu pun alasan yang bisa membuatku menolak lamaranmu itu. Namun, sangat disayangkan sekali, engkau adalah seorang kafir, sedang aku adalah seorang muslim. Oleh karena itu, aku tak mungkin menikah denganmu. Seandainya engkau bersedia masuk Islam, itu akan aku anggap sebagai mas kawinku, dan aku tak akan meminta selain dari itu”.

Rupanya pernyataan Ummu Sulaim sangat menyentuh perasaan Abu Thalhah sehingga membuatnya yakin bahwa wanita ini tidak mengincar kemewahan dunia sedikit pun. Abu Thalhah pun berucap berulang-ulang, “Aku berada di atas apa yang kamu yakini, aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang hak kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”. Mendengar hal tersebut, Ummu Sulaim pun bersedia menikah dengan Abu Thalhah.

Mereka kemudian hidup dengan nilai-nilai Islam sebagai pasangan suami istri. Tak lama, Allah memberikan mereka anugerah, seorang anak laki-laki yang menjadi penyejuk kehidupan bagi mereka berdua, namanya Abu Umair. Allah berkehendak untuk menguji keduanya, anak yang sangat mereka cintai jatuh sakit. Ketika Abu Thalhah keluar dari masjid, bersamaan itu pula Abu Umair meninggal. Sudah jadi kebiasaan Abu Thalhah apabila kembali ke rumah, setelah mengucap salam kemudian bertanya keadaan anaknya.

Ummu Sulaim yang menemani sang anak, kemudian membaringkan di tempat tidur sembari mengulang, “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun”. Setelah itu, Ibu yang telah ridho dengan kepergian anaknya berpesan kepada anggota keluarganya, “janganlah kalian menceritakan kepada Abu Thalhah hingga aku sendiri yang menceritakan kepadanya.”

Ketika Abu Thalhah sampai dirumah, ia bersiap sebagai seorang istri dan mengusap air matanya. Abu Thalhah bertanya, “Bagaimana keadaan anakku?”. Beliau menjawab, “dia dalam keadaan tenang.”. Abu Thalhah mengira anaknya dalam keadaan sehat dan gembira, tapi tidak mau mendekat karena khawatir akan mengganggu ketenangannya.

Sementara Ummu Sulaim mempersiapkan makan malam bagi suaminya, bersolek lebih cantik dari biasanya, mengenakan baju lebih bagus dari biasanya, memakai wewangian dan melayani Abu Thalhah. Setelah Abu Thalhah merasa kenyang dan puas, di akhir malam Ummu Sulaim berkata kepada suaminya, “Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu seandainya ada suatu kaum menitipkan barangnya kepada suatu keluarga kemudian ketika mereka mengambil titipan tersebut, maka bolehkah keluarga tersebut menolaknya?” Abu Thalhah menjawab, “Tentu saja tidak boleh.” Kemudian wanita mukminah ini berkata lagi, “Bagaimana pendapatmu jika keluarga tersebut berkeberatan tatkala titipannya diambil setelah dia sudah dapat memanfaatkannya?” Abu Thalhah berkata, “berarti mereka tidak adil”. Ummu Sulaim lalu berkata, “Sesungguhnya anakmu adalah titipan Allah dan Allah telah mengambilnya kembali, maka tabahkanlah hatimu dengan meninggalnya anakmu.”

Abu Thalhah tak kuasa menahan marah, dan beliau berkata berulang-ulang “Kau biarkan aku dalam keadaan seperti ini baru kamu kabari tentang anakku?” Sampai akhirnya beliau mengucap, “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun” lalu bertahmid hingga jiwanya tenang. Rupanya karena ketabahan mereka, Allah berkehendak Ummu Sulaim untuk mengandung seorang anak yang kemudian dinamai Abdullah.

Saya sebagai seorang wanita, belum tentu setegar Ummu Sulaim. Walau saat ini belum memiliki anak, tapi saya bisa merasakan bagaimana rasanya ditinggal pergi seorang yang sangat kita sayangi. Semoga cerita ini bisa jadi pelajaran untuk kita semua.
MyEm0.Com

14.10.10

Belajarlah dari Matahari

Anakku, lihatlah matahari itu
Ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya
Sekalipun orang-orang tidak mau memujinya
Tidak pernah memberikan penghargaan kepadanya
Ia tetap memberikan pencahayaan
Bayangkan, apa yang akan dialami bumi
Bila matahari tidak mau bercahaya

Anakku, janganlah kau putus asa
Karena besok pagi matahari itu akan terbit kembali
Songsonglah masa depan dengan semangat membara
Tanpa kenal lelah dan pudar
Karena dengannya kau akan menjadi mulia

Anakku, kau lihat matahari itu sangat tinggi
Tetapi ia masih mau membantu bumi
Karenanya, bila engkau kelak sedang di atas
Janganlah lupa kepada yang di bawah
Sebab kau akan semakin tinggi ketika kau selalu merendah

Anakku, matahari itu tidak lupa diri
Sekalipun ia sibuk memberikan cahaya kepada semesta
Ia juga memberikan cahaya pada dirinya
Karenanya janganlah kau menjadi seperti lilin
Yang rela membakar dirinya untuk pencahayaan
Tetapi jadilah seperti matahari
Yang memberikan cahaya bagi orang lain
Juga memberikan cahaya bagi dirinya sendiri.

Washington DC, 2010

Sumber dari sini

11.10.10

1011 untukku

#HariPahlawan merupakan Hari Cinta untukku. Hari ini menandakan # tahun pertemuan yang menegangkan, membingungkan, menyenangkan, ngangenin, dan selalu kusyukuri. Pertemuan tak terduga oleh siapapun yang mengenal kita berdua. Pertemuan yang diatur langsung oleh Allah skenarionya.

Banyak ilmu didapat, terimakasih
Banyak bahagia terasa, terimakasih
Banyak cekcok menyenangkan, terimakasih
Banyak surprise menggemaskan, terimakasih
Banyak kreativitas tercipta bersama, terimakasih
Terimakasih...

Hari ini pun mengesankan, surprise dan sangat menyenangkan dilewati bertiga, dengan momz tersayang :-* Hal yang kau ungkap sebulan lalu, sesuatu yang kau inginkan, hari ini terwujud dengan investasi minim, yang semestinya akan mengeluarkan minimal 5 lembar "teks proklamasi". Alhamdulillah!

Semoga pertemuan yang menjadi kebersamaan ini, akan semakin indah dengan sebuah peresmian. Bersama, Bahagia, di Jalan Allah, amiin.

1011 untukku



#HariPahlawan merupakan Hari Cinta untukku. Hari ini menandakan x tahun pertemuan yang menegangkan, membingungkan, menyenangkan, ngangenin, dan selalu kusyukuri. Pertemuan tak terduga oleh siapapun yang mengenal kita berdua. Pertemuan yang diatur langsung oleh Allah skenarionya.

Banyak ilmu didapat, terimakasih
Banyak bahagia terasa, terimakasih
Banyak cekcok menyenangkan, terimakasih
Banyak surprise menggemaskan, terimakasih
Banyak kreativitas tercipta bersama, terimakasih
Terimakasih...

Hari ini pun mengesankan, surprise dan sangat menyenangkan dilewati bertiga, dengan momz tersayang :-* Hal yang kau ungkap sebulan lalu, sesuatu yang kau inginkan, hari ini terwujud dengan investasi minim, yang semestinya akan mengeluarkan minimal 5 lembar "teks proklamasi". Alhamdulillah!

Semoga pertemuan yang menjadi kebersamaan ini, akan semakin indah dengan sebuah peresmian. Bersama, Bahagia, di Jalan Allah, amiin.

gambar dari sini.

Campur Jadi Satu

Deg-Degan...
Cemas...
Worried...
Seneng...
Happy...
Harap-Harap Cemas ga jelas gini sekarang... Tinggal hitungan hari...
Can't wait... can't wait!!!

Bismillah, semoga semua dimudahkan serta dilancarkan sampe akhir acara, amiin.

9.10.10

Quote of The Day

Optimist: Person who travels on nothing from nowhere to happiness. - Mark Twain


So... Nothing to lose aja :D
Semangaaaaat!!!

5.10.10

Tentang Cinta

Duuuh, terenyuh ketika Aay memberikan link ini untuk dibaca, setelah beres baca jadi deg-degan gimanaaaaa gitu, ahaaaay!!!
MyEm0.Com

Ternyata... Aay juga memikirkan itu, seorang lelaki seperti dia... hehe... alhamdulillah!
MyEm0.Com

Dalam awal artikel cukup nyeremin juga bagaimana Rasulullah menerangkan apa yang terjadi jika seorang muslimah menolak pinangan seorang yang shalih:

“Bila seorang laki-laki yang kamu ridhai agama dan akhlaqnya meminang,” kata Rasulullah mengandaikan sebuah kejadian sebagaimana dinukil Imam At Tirmidzi, “Maka, nikahkanlah dia.” Rasulullah memaksudkan perkataannya tentang lelaki shalih yang datang meminang putri seseorang. “Apabila engkau tidak menikahkannya,” lanjut beliau tentang pinangan lelaki shalih itu, “Niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.”

Bisa jadi perkataan Rasulullah ini menjadi hal yang sangat berat bagi para orangtua dan putri-putri mereka, terlebih lagi jika ancaman jika tidak menurutinya adalah fitnah dan kerusakan yang meluas di muka bumi. Kita bisa mengira-ngira jenis kerusakan apa yang akan muncul jika seseorang yang berniat melamar seseorang karena mempertahankan kesucian dirinya dan dihalang-halangi serta dipersulit urusan pernikahannya. Inilah salah satu jenis kerusakan yang banyak terjadi di dunia modern ini, meskipun banyak di antara mereka tidak meminang siapapun.


Hmm... mungkin ini ya fenomena yang terjadi saat ini, dimana-mana orang menunda pernikahan karena alasan karir, belum nemu jodoh yang kaya, belum nemu jodoh yang ganteng or cantik, dll. Maksudnya kerusakan disini sepertinya kita bisa saja mendekati zina yang sangat dimurkai Allah. Naudzubillahi min dzalik. Astagfirulloh... Ampuni kami ya Allah, berikan kami senantiasa petunjukMu.

Dalam artikel ini juga diceritakan kisah dua pemuda shalih sepanjang masa, merupakan shahabat Rasulullah, tetapi sempat merasakan bagaimana rasanya ditolak pinangannya. Subhanallah mereka tidak berkecil hati, malah sebaliknya. Merupakan contoh panutan bagi kita semua.

“Cinta itu,” kata Prof. Dr. Abdul Halim Abu Syuqqah dalam Tahrirul Ma’rah fi ‘Ashrir Risalah, “Adalah perasaan yang baik dengan kebaikan tujuan jika tujuannya adalah menikah.” Artinya yang satu menjadikan yang lainnya sebagai teman hidup dalam bingkai pernikahan.


Wuhuuuu... soooo sweeeet!!!
Subhanallah, cinta pun patut dirasakan untuk membina pernikahan, maksud saya adalah tunas-tunas cinta juga diperlukan untuk memilih seseorang menjadi pasangan kita. Karena dengan cinta pula akar satu pernikahan menjadi kokoh.
MyEm0.Com

Jadi keinget dulu waktu saya masih lugu *beneran, sueerr! saya pernah ko jadi wanita lugu* dan mulai niat mencari pasangan hidup, saya sempat share dengan beberapa ukhti cantik. Saya sempet nanya, "ukh, cinta itu perlu ga sih untuk nyari jodoh? karena saya ingin mencari pasangan melalui jalur yang diridhoi Allah..." Ukhti pun senyum-senyum "ya tentu aja perlu" heuheu... iya juga sih, kalo kita ga tertarik sama pasangan kita, gimana nanti mau ngelewatin hidup sama dia sampe akhir hayat, insyaAllah amiin.

Cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak, dan cinta adalah argumentasi yang shahih untuk mempermudah jalan bagi kedua pecinta berada dalam singgasana pernikahan.

4.10.10

Debar Sore Hari

Sore tadi sungguh perjalanan Jakarta - Bogor yang seru, nyeremin sekaligus mendebarkan. Berniat ijin pulang duluan untuk menjenguk suaminya teman kantor yang sakit, berempat kami memutuskan untuk pake taksi ke bogor. Feeling saya udah ga enak pas masuk tol, karena yang tadinya jalannya mulus, kok jadi ndut-ndutan ga enak gini ya?! Tapi saya hanya diem aja, karena toh kita rame-rame, kalo ada apa-apa bisa saling cover.

Setengah perjalanan, tiba-tiba driver minta ijin untuk meminggirkan mobil. Lalu berlari ke belakang sambil bawa aqua botol gede, lalu dia buka bagasi belakang maksudnya biar penumpang (read: kita) ga ngeliat dia, tapi itu ga berhasil menghalangi pandangan saya, karena saya langsung mengintip dari sela-sela engsel bagasi mobil. Lalu air dalam aqua botolnya dia tumpahkan ke mukanya. OOOhhhh... ternyata dia ngantuuk or something, pokoknya air itu agar membuat dia segar kembali.

Ketika dia masuk ke mobil lagi, dia meminta maaf berulang kali, sembaru menjalankan kembali taksinya. Teman lelaki saya bertanya ada apa,,, "Bapak sakit or kurang tidur?" lalu dia menjawab, "agak kurang enak badan pak, maaf saya bawanya agak santai ya, kalo ngebut saya ga berani..." Setelah menjawab, langsung saja 2 wanita yang duduk bersamaku di kursi belakang bermuka panik, dan menyarankan agar kemudi digantikan oleh teman pria kita saja. Setelah dua bujukan, akhirnya dengan muka malu campur pucat karena ke"kurangenak" badannya dia menurut.

Kemudi kemudian langsung digantikan oleh teman pria kami, sepanjang jalan kami ajak ngobrol drivernya, ternyata dia meriang tapi mau gak mau harus kerja untuk cari makan. Subhanallah, berat banget kondisinya, sakit-sakit tapi harus tetep cari duit, satu sisi kasian, tapi sisi lain kita himbau kalo udah kaya gitu lebih baik istirahat, daripada membahayakan penumpang.

Sempat saya ambil gambar teman pria kami, karena once in a lifetime, kapan lagi dia bisa pegang kemudi sebuah taksi :P kalo mobil pribadi sih udah biasa, tapi nyupirin supir taksi di taksinya sendiri? Jarang terjadi kan?!
MyEm0.Com